Archive for November, 2007
apa kabar sayang?
Aku sudah lama tak mendengar kabarmu. Padahal kau pandang bulan yang
sama dengan yang kupandang. Kau tatap bintang yang sama dengan bintang
yang kutatap. Tapi angin tak pernah menghantarkan wangi tubuhmu ke
pelukanku. Mungkin hanya sesekali kau muncul dalam semu jeratan
mimpiku. Dan aku tak pernah tahu apakah dirimu pernah terbang
mengunjungiku melalui kabut mimpimu.
Apa yang sedang kau lakukan sekarang sayang? Sungguh, aku benar-benar
tak tahu. Aku kehilangan jejak langkahmu sejak kau letakkan kaca
pemisah buram di antara kita. Bahkan memandang dari balik kaca untuk
mengintip bayang dirimu pun aku tak sanggup. Kabut pedih yang
melingkupi terlalu tebal untuk kutembus. Hanya gegap nyeri berdenyut
yang kudapat.
Apa kabar sayang?
*/sisa sisa kenangan masa lampau, terserak di tumpukan file file/*
Creature vs Criteria
“Ass. Okta. Aku punya rencana tuk nikah, tolong carikan wanita muslim dg ciri2 sbb : 1.Berjilbab 2.Sudah Sarjana 3.PNS lebih diutamakan 4.Cerdas gak tulalit 5.Wajah cukup saja 6.Kepribadiannya baik, yang kamu kenal lah 7.Orangnya sabar. Saya rasa kamu tau orangnya, ntar aku kasih kabar bila kantorku butuh pegawai baru”
Cuplikan di atas adalah SMS nyasar yang dikirim temen aku, katanya siy karna di phonebook dia namaku Nadin alias Arina Madin (madin=bokap.red) sedang nama Okta ada di bawahnya. Sejak awal terima itu sms, langsung muncul ide buat mengabadikan, jarang-jarang kali nemuin yang begini, selain itu pasti tulisan ini akan memunculkan pro dan kontra, mungkin bagi yang kontra akan protes karna menganggap aku tidak bisa menghargai privasi, tetapi untuk temen-temen yang pro akan melihatnya dari sisi lain, dari alasan aku.
Pertama aku melihat dari latar belakang pengirim, dia seorang alim yang kebanyakan orang menyebut “ikhwan”, ternyata seorang ikhwan juga punya orientasi duniawi (syarat 2&3), apalagi dia sebenarnya bukan PNS. Selain itu, dia lulus sarjana 3bulan lalu, dan setelah 2bulan bekerja sebagai karyawan kontrak di sebuah konsultan kesehatan mungkin dia merasa sudah mapan dan berniat menikah, langka bukan? Nekat kale…
)
Kedua, aku melihat dari syarat dia, yang muncul di pikiranku “betapa beraninya”, ya, karena ketika membayangkan kriteriaku, aku tidak akan berani mengajukan profil se-sempurna itu. Akhirnya ini jadi spirit buat diri aku, semoga juga untuk temen-temen, walau jodoh di tangan-Nya kalau sebelumnya kita udah punya kriteria, kita akan meng-interpretasikan suami/istri kita se-sempurna kriteria idaman itu, jadi makin sayang
kan? Ciee :p
Terakhir, setiap pria menginginkan wanita yang baik, begitu pula sebaliknya (ingat! penulis adalah seorang wanita
), jadi bertobatlah ups maksud saiyah mari perbaiki diri, kita uda sama-sama gede musti tambah pinter gak boleh nakal, orang jelek jodohnya jelek, orang baik jodohnya mak nyusss hehehehehee
Wuih kok jadi panjang ya, maap.. smoga bisa jadi “ramen-ramen” portal