Yang aku tulis ini adalah kejadian yang benar” terjadi dilapangan gak asal nulis. Mungkin dikota” pelajar seperti Malang,Bandung, Surabaya dan Jogjakarta pastilah banyak para perlajar yang belajar di kota” tersebut. Kebanyakan bukan asli daerah setempat , melainkan pendatang dari luar kota atau juga luar pulau. Seringlah kita lihat kalau pas jam makan malem sekitar pukul 18.00 keatas atau ba’da maghrib, para mahasiswa dan mahasiswi ini berkeliaran cari makan
paling nggak jalan” melepas kepenatan oleh jam kuliah yang padet.
Walaupun saya bukan mahasiswa (gak kuliah soalnya) melainkan kuli
yang merantau ke Jogjakarta untuk mencari sesuap nasi, kalau jam 18.00 keatas juga berkeliaran untuk cari makan atau sekedar jalan” melepas stress selepas pulang kerja
Pada saat itu saya dan teman” berencana untuk makan, yah lumayan jauh sih dari kontrakan dengan mengendarai mobil milik kantor teman saya tadi (alias numpang), setelah makan rencana lanjutin jalan”nya ke daerah kota (mumpung malem minggu, lihat suasana kota jogja) Saat melewati daerah perkampusan
di UGM ,saya melihat banyak tercecer warung makan lesehan (khas jogja,harga mahasiswa) kebanyakan yang makan adalah para mahasiswa dan mahasiswi (paling banyak makan + ngedate alias pacaran) yang agak janggal adalah saya melihat lebih dari 1 group pengamen.
Pengamen yang biasanya yang kita temuin adalah group pengamen cowok, kalau yang ini gak biasa… yang saya temuin adalah group pengamen cewek. Kalau dilihat sekilas gak keliatan kalau cewek” ini adalah pengamen, melainkan para mahasiswi (karena dilihat penampilannya necis dan terawat cantik pula)
tapi dengan PDnya cewek” ini mengamen dari warung makan satu ke marung makan lainnya dari meja satu ke meja yang lainnya. Dalam benakku ” Wah kalau pengamennya seperti ini sih aku ngasih uang 5000 juga ikhlas
” asal nyanyi lama dan tebar senyuman
kan enak sambil dengerin suaranya yang merdu juga memandang parasnya yang cantik
Kalau di daerah tempat aku tinggal yaitu Malang walaupun banyak juga mahasiswa dan mahasiswi tapi aku belum pernah nemuin mahasiswi ngamen di pinggir jalan mungkin cuma jual soufenir,bunga dan ta’jil (waktu” tertentu)
Sepertinya ini merupakan profesi baru para mahasiswi Jogja untuk mendapatkan tambahan uang kuliah (itu menurut saya) mungkin uang kiriman dari Ortunya kurang, dia gak mau ngrepotin ortunya sehingga dia memeilih untuk mengamen. Tapi saya gak tahu lagi kalau digunakan selain itu mungkin untuk beli pulsa HP,kosmetik atau baju (jangan sampe deh)Saya sih setuju ajah, cuek dengan status mereka yang mahasiswi tapi mengamen di jalan”, yang pentingkan dalam pikiranku dia positip ya itu tadi untuk menambah uang kuliah jangan sampe untuk yang lain” kan sayang masak mahasiswi untuk beli kosmetik atau beli pulsa HP dibela-belain sampe mengamen di pinggir jalan. Bisa-bisa status mereka jadi jatuh.
jaman saiki emang gengsi nomer loro.
tapi rapopo TOP lah
Huikkk
begitukah mungkin bocah kuwi lg pengen ngrasakné dadi pengamen atawa lg penelitian utk skripsi….
iyo meng lek daerah lesehan UGM emang rame,
cuma kadohen lek soko tempatku males ahh..
@arik:
wah koe iki ra tau metu opo….
aku kan penggaweane klayapan rik lak bengi
pas malem minggu kui daerah UGM rame lohh lesehane.. pas nang kunu kui aku baru eroh
yah bagus lah,,,mahasiswa emang kereaktiff
Hidup MAhasiswa!!!!!!!!!!!!!
Hidup juga POLITEKNIK NEGERI MALANG
mosok meng aku sing wes hampir 3 tahun di jogja gak pernah melihat mahasiswa ngamen..
)
paling banter malah dadi ayam kampus
waw
wew