angkuh jarak
malam,
pernahkah kau merasa kesal kepada purnama?
ketika ia dengan congkaknya menyembunyikan kerlip bintang kita?atau kau siang,
adakah kesal juga kepada awan?
yang dengan angkuhnya menghalangi hangatnya mentari?kuberitahu kau wahai malam dan siang.
rasa kesal kalian,
aku yakin,
tak lebih besar dari rasa kesalku kepada jarak,
yang dengan sombong mencuri waktuku menikmati senyumnya.
senyum Perempuanku.
surabaya, 18 februari 2009