Archive for the ‘jalan jalan’ Category
bebuka bareng
Sabtu, 05 September 2009 kemarin. Para punggawa Studiosewelas menyempatkan diri untuk berbuka puasa bersama. Sekedar silaturahmi untuk menyegarkan kembali ingatan bahwa kami semua masih berhubungan satu sama lain.
Punggawa Jakarta sepakat berkumpul di Ayam Bakar Wong Solo, Tebet. Meski tak semua punggawa yang berada di sekitaran Jakarta bisa hadir, sepertinya cukup ramai dan menarik. Ceria dan tawa tampak dari dokumentasi yang dikirim lewat mailing list.
Sedangkan punggawa Surabaya berkumpul di DCost Royal Plaza Surabaya. Meski tak sebanyak Jakarta, tawa masih juga kami rasakan. Senang rasanya bisa kembali menyapa wajah-wajah yang lama tak ditemui.
Yang jelas, senang bisa menemui mereka semua lagi. Terimakasih buat semua yang menyempatkan hadir. Semoga tahun depan bisa lebih menyenangkan.
Salam,
Devi A Zuhdi
PS: List peserta bebuka bareng Jakarta dan Surabaya
Jakarta:
- Ratna Kumala Sari
- Rika Risvita
- Juwita Efnasari
- Margawitra Herliantina
- Fajar Widianto
- Rendy Yunianto
- Andika Rahmawati
- Aris Meika
- Rahardianto Seno
- Fristyan Yunian
- Dhadhang Hari
- Wahyu Hari
- Helty Lutfia
- Nur Indah
- Arief Suko
- Putri Dwi
- Herdiawan Wahyu
- Yogi Eka
- Adi Christiawan
- Bagus Kurniawan + nyonya + calon baby
- Agus Rohmat
- Radhyka Perdana
- Zona Ariemenda
- Elyas Prayugo
- Lutfi Amaliah
Surabaya:
- Diah Fitriasari
- Devi Ratikah Putri
- Lilik Istianah
- Eva Wahyu
- Dewi Kartikasari
- Anik Melia
- Linda Fifasari
- Galuh Wirasmara
- Agis Siwi
- Wilda Al Aluf
- Ryan Angga
- Paskalis Aditya
- Cahya Purnama
- Vebry Metantara
- M Syarifuddin
- Satrio Andri
- R Bagus Lukmanul
- Arizal Juhantoro
- Aziz Khan Ardian
arin
seperti yang diobrolin sebelumnya lewat email-email dan sudah minta ijin ke yang punya hajat, saya plus 7 kawan lain dari surabaya plus darul & tety (pener ngene nulise rul?) yang udah janjian ndak niat, ndak sanggup buat hadir on time di acara syukuran pernikahannya arin. *)bukan resepsi, tapi syukuran, begitu kata yang punya hajat.
setelah telpun dan sms dengan darul yang berujung darul nyampai duluan di tempate arin (peh! dudul tarahan, tiwas ngentekne pulsa), nyampai juga kami berdelapan di masjid dekat rumanya arin. duduk-duduk bentar yang dilanjut ashar berjamaah yang kok iya dipimpin (bahasa’e koyo’e ra pas) Ayahnya arin.
setelah sempat dikenali ma Ayahnya arin (ternyata masih ingat (dan masih mengakui) beliau itu sama wajah saya yang tampan ini
), dipersilahkanlah kami merapat ke arena yang sudah mulai diberesi (ya iyalah! acara jam 10 kok datang jam 16.15?).
ketemu juga ma arin, ma Ibunya ma Ayahnya lagi plus ma rofiq (kayaknya misuanya si arin kalo yang ini). say hello bentar, mendengar Linda tersenyum bahagia karena dipuji ma Ayahnya arin, kemudian duduk manis di teras rumahnya arin. ngobrol-ngobrol diselingi makan berat ma ngomentarin photo akad nikahnya arin. disini, di titik ini, saya yakin arin waktu photo akad nikah itu pakai stunt man.
setelah sedikit puas ngobrol-ngobrol, saatnya sesi photo photo tiba. ya karena datang telat, terpaksa harus nerima dapat photo pengantin bersarung episode 1.
habis photo-photo lanjut ngobrol-ngobrol lagi. kali ini pindah tempat di depan panggung pelaminan yang mulai kosong. dapat kosakata baru disini, baru denger kalo panggung pelaminan itu, di sudut lain peradaban Indonesia ini bisa juga disebut kuade.
saatnya menanggap arin (bahasa yang ndak pas juga kayaknya).
linda: rin rin, gimana perasaanmu pas akad nikah?
arin: yooo…. ndredeg
linda & semua: ndredeg’e yo’opo?
arin: ndredeg’e… mari ngene aku wes ra dewe to?
linda: we’e wong… we’e wong… (dengan gaya cengengesan khas linda)
arin: nyapo? pengen ta?
linda: he’e… (dengan wajah mupeng)
semua: (ngakak)
arin: yo mari ngene kowe lin
linda: aminnnnnnn (buanter dewe)
begitulah, sebagian interview dengan arin. dan sepertinya, bintangnya malam itu ndak cuma arin, tapi plus linda.
dan kemudian obrolanpun dilanjutkan dengan banyak hal, tentang bagaimana akhirnya bisa sampai ke 27 september 2008, tentang hidung, tentang cerita dibalik pintu, antara bojonegoro dan nganjuk dan juga tentang jenang genderuwo (arin lebih faseh bercerita soal ini dibanding saya, tapi yang jelas, lucu dan menegangkan).
kau punya hutang buat cerita ulang soal jenang genderuwo rin!
tapi nyatanya, terlalu banyak yang cerita jika harus diungkap semua disini. yang jelas, sore yang hangat, akhir minggu yang menyenangkan.
yang terakhir, do’a saya buat arin dan rofiq, no matter happens, you must be happy!
PS: berikut list peserta tour de arin wedding kemarin: devie, andung, syaiful & siska (the next?), deppy, kilil, linda & ginanjar (temen satu pabrik aku yang setia di ujung kemudi). plus peserta tambahan yang janjian datang bareng tapi cuman berhasil pulang bareng: darul & tety. how is the next?



